MALANG – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan terus digalakkan. Pada tanggal 18 Desember lalu, SMAN 9 Malang sukses menyelenggarakan Roots Day, sebuah puncak peringatan program anti-perundungan yang melibatkan siswa-siswi terpilih sebagai penggerak utamanya.
Roots sendiri merupakan akronim dari Respect others, Own your actions, Treat anyone simply. Program ini berfokus pada peran “Agen Perubahan”—sekelompok siswa yang bertugas menyebarkan perilaku positif dan menjadi teladan bagi rekan-rekan sebaya di sekolah.
Komitmen Melalui Deklarasi dan Seni
Acara yang dipandu oleh duo MC, Kybie dan Evan, ini berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan. Dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Smanawa, suasana khidmat menyelimuti saat Bapak Budi, selaku Kepala Sekolah, memberikan sambutannya.
Momen krusial terjadi saat pembacaan Ikrar dan Deklarasi Roots Day yang dipimpin oleh Gibson dan Tata. Sebagai bentuk komitmen nyata, seluruh warga sekolah juga melakukan prosesi tanda tangan bersama, simbol kesepakatan untuk menjaga SMAN 9 Malang tetap menjadi tempat belajar yang aman.
Tidak hanya berisi seremonial formal, pesan anti-perundungan juga disampaikan melalui kreativitas seni, di antaranya:
Penampilan Tari yang memukau.
Drama Teatral yang membawa pesan moral tentang dampak perundungan.
Musikalisasi Puisi yang dibawakan oleh Bapak Sumikan bersama siswa.
Jingle Agen Perubahan yang dinyanyikan serempak oleh seluruh agen dan guru fasilitator.
Harapan untuk Masa Depan
Salah satu Agen Perubahan mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka.
“Saya harap dengan adanya Agen Perubahan dapat membuat lingkungan sekolah menjadi lebih positif, dan seluruh siswa SMAN 9 Malang dapat menempuh ilmu dengan nyaman dan merasa aman. Semoga tahun depan acara Roots Day lebih dihargai dan diminati oleh siswa-siswa,” ujarnya.
Acara ditutup dengan kejutan dari Secret Guest Star yang menampilkan pemenang video Co-Kurikuler, menambah antusiasme siswa sebelum MC mengakhiri kegiatan. Dengan adanya Roots Day, diharapkan budaya saling menghormati (Respect others) benar-benar berakar kuat dalam karakter setiap siswa SMAN 9 Malang.
