Mengenang peristiwa agung perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah shalat lima waktu, SMAN 9 Malang menggelar peringatan Isra Miraj 1447 H pada Rabu (21/01). Acara yang berlangsung khidmat di gedung indoor ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, pengawas, serta seluruh peserta dengan penuh antusias.
Rangkaian Acara yang Religius dan Kreatif
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan sesi pra-acara yang dipandu oleh Rafie, disusul dengan pembukaan resmi oleh Icha selaku MC. Suasana haru menyelimuti ruangan saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, yang kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Quran dan sari tilawah oleh Eka.
Puncak kekhusyukan terjadi saat seluruh hadirin berdiri untuk melantunkan Salawat Mahalul Qiyam. Tak hanya itu, pembacaan Asmaul Husna dan doa pagi turut memperkuat nuansa spiritual sebelum memasuki sesi inti, yaitu ceramah agama yang dibawakan selama 90 menit.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menekankan pentingnya meneladani kedisiplinan Nabi Muhammad SAW, terutama dalam menjalankan ibadah shalat. Hal senada juga disampaikan oleh Pengawas PAI SMA Kementerian Agama yang turut hadir memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
Tantangan di Balik Layar
Meski acara berakhir sukses dengan sesi makan bersama dan penampilan soloist, perjalanan panitia menuju hari-H tidaklah tanpa hambatan. Salah satu panitia mengungkapkan bahwa sempat terjadi kendala teknis terkait perlengkapan dekorasi.
“Acaranya berjalan lancar meskipun sebelum acara ada hambatan, yaitu banner yang telah didesain untuk bagian welcome gate menuju indoor ternyata ukurannya terlalu besar. Akhirnya panitia harus memutar otak dan membuat dekorasi secara manual dengan waktu yang sangat terbatas demi mengejar jadwal,” ungkap salah satu panitia di lokasi.
Selain kendala teknis, ia juga menyayangkan adanya beberapa oknum panitia yang kurang aktif. Namun, berkat kerja keras tim inti yang tetap solid, hambatan tersebut berhasil teratasi hingga acara ditutup secara resmi pada pukul 11.45 WIB.
